Bukan Cuma Soal Omzet: Ini "Kunci Rahasia" DKUM Depok Agar UMKM Bisa Naik Kelas
UMKM

Bukan Cuma Soal Omzet: Ini "Kunci Rahasia" DKUM Depok Agar UMKM Bisa Naik Kelas

- min baca

 

Bukan Cuma Soal Omzet: Ini "Kunci Rahasia" DKUM Depok Agar UMKM Bisa Naik Kelas

Selama ini, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beranggapan bahwa "naik kelas" semata-mata soal seberapa besar omzet yang berhasil dikantongi. Namun menurut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, ada satu faktor yang jauh lebih fundamental dan sering luput dari perhatian: mentalitas dan kesiapan pelaku usaha untuk terus belajar serta beradaptasi, terutama di era digital seperti sekarang.

Program UMKM Naik Kelas: Bukan Sekadar Soal Angka

Pemerintah Kota Depok melalui DKUM terus menggulirkan berbagai program strategis untuk mendorong pelaku UMKM naik ke level yang lebih tinggi. Salah satu inisiatif unggulannya adalah program UMKM Naik Kelas, di mana ratusan pelaku usaha terpilih dari berbagai kecamatan di Kota Depok mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pelatihan, mentoring, hingga fasilitasi bisnis.

Kepala DKUM Kota Depok, Mohamad Thamrin, menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan berfokus pada peningkatan kapasitas secara menyeluruh — mencakup manajemen usaha, digitalisasi, branding atau penguatan jenama, akses permodalan, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif. Pendekatan komprehensif ini sengaja dirancang agar pelaku UMKM tidak hanya piawai memproduksi barang atau jasa, tetapi juga mampu mengelola usahanya secara profesional dan berkelanjutan.

Mindset Jadi Fondasi Utama

Salah satu pesan kunci yang terus digaungkan DKUM Depok adalah bahwa kekuatan utama sebuah UMKM bukan hanya terletak pada kualitas produk yang dihasilkan. Menurut Koordinator Pendamping Program, Said Mustopa, kemampuan pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun ekosistem yang saling menguatkan menjadi kunci keberhasilan yang jauh lebih menentukan dalam jangka panjang.

"Naik kelas itu bukan soal omzet semata, tapi juga mindset," tegas Said Mustopa. Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan membentuk pelaku UMKM yang percaya diri, visioner, dan siap bersaing — tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di level regional hingga nasional.

Mengapa Adaptasi Digital Jadi Sorotan?

Di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi salah satu penentu utama daya saing UMKM masa kini. Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, mengelola transaksi secara daring, hingga membangun kehadiran merek di media sosial, memiliki peluang jauh lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan yang masih mengandalkan cara-cara konvensional semata.

Kesadaran ini pula yang mendorong DKUM Depok secara konsisten mengingatkan pentingnya adaptasi digital sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya UMKM untuk naik kelas — sejalan dengan berbagai program serupa yang juga digulirkan Kementerian UMKM di tingkat nasional, seperti program pelatihan digital yang menyasar pengusaha mikro agar semakin adaptif menghadapi perkembangan ekonomi digital.

UMKM, Pilar Penting Ekonomi Kota Depok

Perhatian besar pemerintah terhadap sektor UMKM ini bukan tanpa alasan. Thamrin menyebutkan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar ekonomi Kota Depok yang berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan sumbangan mencapai sekitar 60 persen. Selain itu, sektor ini juga berperan penting dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah tersebut.

Untuk mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan, DKUM Depok mengedepankan lima pilar utama, yakni pelatihan, pendampingan, fasilitasi perizinan, pemasaran, dan akses pembiayaan — sebuah pendekatan holistik yang diharapkan mampu membentuk ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Lebih dari Sekadar Pelatihan, Ini Ruang Kolaborasi

Program pendampingan UMKM di Depok juga tidak berhenti pada aspek peningkatan kapasitas semata. Berbagai kegiatan turut membuka ruang promosi melalui bazaar dan showcase produk unggulan UMKM, yang menjadi titik temu antara pelaku usaha, mitra lembaga keuangan, dan calon pembeli dalam suasana yang kolaboratif. Ruang semacam ini dinilai penting untuk membangun jejaring bisnis yang lebih luas sekaligus membuka peluang akses pasar dan permodalan baru bagi para pelaku UMKM.

Harapan ke Depan

Dengan kombinasi antara penguatan mentalitas wirausaha dan percepatan adaptasi digital, DKUM Depok berharap semakin banyak pelaku UMKM lokal yang mampu bertransformasi menjadi usaha yang lebih tangguh, profesional, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Pesan yang terus digaungkan pun jelas: naik kelas bukan sekadar mengejar angka omzet yang lebih besar, melainkan proses transformasi cara berpikir dan cara berbisnis yang berkelanjutan — dan itu semua dimulai dari kesiapan mental pelaku usahanya sendiri.

#UMKM
Ditulis oleh

Inats Studio

Kontributor di Inats Finance, menulis seputar ekonomi, investasi, dan keuangan pribadi.

Komentar ()

Komentar