Whale Berhenti Jual, Holder Sabar Mulai Serok — Kenapa Bitcoin Masih Betah di Bawah US$67.000?
Cryptocurrency

Whale Berhenti Jual, Holder Sabar Mulai Serok — Kenapa Bitcoin Masih Betah di Bawah US$67.000?

- min baca

 


Setup EMA Bitcoin 8 Jam
Setup EMA Bitcoin pada timeframe 8 jam. (TradingView/BeInCrypto)

Ada kalanya sebuah setup harga terlihat hampir terlalu sempurna untuk gagal. Whale sudah berhenti menjual, holder jangka panjang justru menambah kepemilikan, dan grafik baru saja menunjukkan sinyal yang sebelumnya memicu reli 5,6 persen. Tapi anehnya, harga Bitcoin belum juga melesat naik. Ada apa sebenarnya?

Grafik Mulai Bicara: Sinyal Bullish, tapi Ada Trauma Lama

Semuanya bermula dari pergerakan harga itu sendiri. Di timeframe 8 jam, Bitcoin sempat turun di bawah EMA 200-periode — exponential moving average yang mengikuti tren lebih panjang — sebelum berhasil menembus kembali ke atas pada 21 Juli.

Yang membuat trader bersemangat adalah pola yang sedang terbentuk. Sebuah bullish crossover tengah berlangsung, di mana EMA 50-periode mulai bergerak naik mendekati garis EMA 100-periode. Terakhir kali pola crossover bersih semacam ini terjadi — awal Juli lalu, saat EMA 20 menembus EMA 50 — Bitcoin melonjak 5,6 persen.

Tapi grafik juga menyimpan memori kegagalan. Sebuah crossover di pertengahan Juli sempat terbentuk namun langsung patah hanya dalam dua hari setelah muncul bearish cross yang menghentikannya. Untungnya, volume beli yang stabil pada 20 dan 21 Juli menjadi pertahanan pertama yang cukup meyakinkan.

Data On-Chain Ikut Menambah Keyakinan Bull

Bukan cuma grafik harga yang bicara — data on-chain pun ikut memperkuat narasi bullish. Whale Inflow Ratio, indikator yang mengukur seberapa besar dompet besar mendorong koin ke exchange untuk dijual, baru saja turun ke level terendah sepanjang 2026 — sinyal bahwa tekanan jual dari whale sudah mereda.

Sementara itu, perilaku holder jangka panjang juga berbalik arah secara dramatis. Hodler Net Position Change milik Glassnode sempat jatuh ke level terendah bulanan di sekitar 13.000 BTC pada 20 Juli, lalu melonjak ke sekitar 19.059 BTC keesokan harinya — kenaikan sekitar 47 persen dalam waktu singkat.

Perubahan Posisi Hodler Bitcoin
Perubahan posisi hodler Bitcoin. (TradingView/BeInCrypto)
 

Dengan kata lain, para pemegang paling sabar di jaringan Bitcoin justru menunjukkan keyakinan yang menguat, bukan mundur, tepat ketika grafik mulai berubah arah.

Di Sinilah Cerita Bisa Berbalik

Meski narasinya terdengar meyakinkan, ada satu titik krusial yang bisa membuat semuanya runtuh. Fibonacci extension yang ditarik dari pergerakan harga Bitcoin pada 13 dan 17 Juli menempatkan level pivot penting di US$66.284 — nyaris berimpit dengan posisi EMA 200-periode. Harga sempat menembus level ini pada 21 Juli, namun kini kembali tertahan sedikit di bawahnya, mendekati US$66.000.

Tantangan sebenarnya justru ada sedikit lebih tinggi lagi. Data URPD (UTXO Realized Price Distribution) menunjukkan sekitar 1,96 persen dari seluruh pasokan Bitcoin, atau sekitar 394.000 koin, mengendap di kisaran harga US$66.900 — membentuk tembok resistance yang cukup kuat, karena para holder di level itu berpotensi menjadi penjual begitu harga kembali ke titik impas mereka.

Klaster Pasokan Bitcoin URPD
Klaster pasokan Bitcoin berdasarkan data URPD. (TradingView/BeInCrypto)
 

Dua Skenario ke Depan

Jika level US$66.284 berhasil direbut kembali, jalan menuju kenaikan lebih lanjut terbuka lebar. Target berikutnya ada di US$68.647, lalu zona dengan resistance minim di sekitar US$71.947 — area di mana URPD hanya memegang 0,43 persen dari total pasokan, sehingga pergerakan harga di sana relatif lebih mulus.

Namun jika skenario ini gagal, ada risiko pembalikan arah. Kegagalan merebut kembali US$66.284 berpotensi membawa harga turun ke level support berikutnya di US$65.465, kemudian US$64.823.

Yang Masih Kurang: Pemicu

Satu hal penting masih hilang dari persamaan ini — sebuah pemicu (katalis) yang bisa mendorong harga bergerak lebih tegas. Kandidat pemicu terdekat adalah CLARITY Act, rancangan undang-undang struktur pasar aset kripto Amerika Serikat yang dijadwalkan diajukan ke Senat pada awal Agustus.


Pada akhirnya, level US$66.284 menjadi kunci dari seluruh cerita ini. Level tersebut akan menentukan apakah Bitcoin bisa melanjutkan pemulihan menuju US$68.648 dan bahkan zona US$72.000, atau justru berbalik turun kembali ke US$65.466. Bagi trader, ini bukan sekadar angka di grafik — melainkan garis pembatas antara narasi optimis yang sedang terbangun dengan kenyataan pasar yang masih penuh ketidakpastian.

#Cryptocurrency
Ditulis oleh

Inats Studio

Kontributor di Inats Finance, menulis seputar ekonomi, investasi, dan keuangan pribadi.

Komentar ()

Komentar