| IHSG Melemah Tipis di Awal Pekan, Investor Cermati Sinyal dari Bursa Global |
Jakarta — Pekan perdagangan baru dibuka dengan nada hati-hati di lantai bursa saham Indonesia. Pada penutupan sesi Senin (27/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendarat di level 6.185, melemah tipis 10,64 poin atau setara 0,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan ini terjadi meski nilai transaksi tetap ramai. Berdasarkan data RTI Infokom, total nilai transaksi hari itu mencapai Rp12,15 triliun dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 27,75 miliar lembar saham.
Mayoritas Saham Masih Tertekan
Dari sisi jumlah saham yang diperdagangkan, tekanan jual masih mendominasi. Tercatat 341 saham mengalami koreksi harga, sementara 307 saham berhasil menguat, dan sisanya 147 saham bergerak stagnan.
Bila dilihat per sektor, delapan dari sebelas sektor indeks kompak berada di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan mencapai 1,29 persen. Di sisi lain, tiga sektor lainnya justru mencatatkan penguatan, dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 0,72 persen.
Bursa Asia dan Eropa Justru Menghijau
Menariknya, pelemahan IHSG ini berbanding terbalik dengan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang justru kompak menguat. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,50 persen, indeks Straits Times di Singapura menguat 0,46 persen, indeks Shanghai Composite di China melesat 1,15 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong bertambah 0,98 persen.
Kondisi serupa juga terlihat di benua biru. Bursa saham Eropa kompak berada di zona hijau, dengan indeks DAX Jerman menguat 1,55 persen dan indeks FTSE 100 Inggris naik 0,40 persen.
Sementara itu, bursa Wall Street di Amerika Serikat turut mencatatkan penguatan yang dominan. Indeks Dow Jones naik 0,46 persen dan indeks S&P 500 bertambah tipis 0,05 persen, meski indeks NASDAQ Composite justru terkoreksi 0,64 persen.
Sinyal Bagi Investor
Fenomena IHSG yang melemah di tengah gairah positif bursa global ini menandakan bahwa pasar modal Indonesia sedang bereaksi terhadap sentimen domestik tersendiri, terlepas dari arus optimisme yang mengalir dari luar negeri. Investor tampaknya masih menahan diri sembari mencermati perkembangan dalam negeri sebelum mengambil posisi lebih agresif di pekan ini.
Komentar ()
Komentar
Posting Komentar