| Gubernur BI Mundur, Rupiah Ikut Goyah ke Rp18.009 per Dolar AS |
Jakarta — Kekhawatiran pasar rupanya lebih kuat dibanding sentimen positif global. Pada penutupan perdagangan Senin (27/7), nilai tukar rupiah melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 per dolar AS.
Mata Uang Asia Bergerak Variatif
Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah pergerakan yang beragam pada mata uang kawasan Asia. Yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang justru menguat tipis terhadap dolar AS. Sebaliknya, won Korea Selatan tercatat melemah cukup dalam, sementara dolar Hong Kong relatif stabil.
Kondisi serupa juga tampak pada mata uang negara maju. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dan franc Swiss kompak menguat terhadap dolar AS, sedangkan dolar Kanada hanya melemah tipis.
Independensi Bank Sentral Jadi Sorotan
Menurut analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, sebenarnya rupiah memiliki peluang untuk menguat hari itu seiring melemahnya indeks dolar AS di tengah mereda-nya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Namun, faktor domestik justru menjadi pemberat. Mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar terkait independensi bank sentral, sehingga menekan baik pergerakan rupiah maupun pasar saham.
Dinamika Politik Bank Sentral Turut Membayangi
Pengunduran diri ini terjadi di tengah proses yang masih berjalan untuk menentukan sosok gubernur BI definitif berikutnya, sekaligus menyisakan pertanyaan besar di kalangan investor mengenai arah kebijakan moneter Indonesia ke depan. Sentimen semacam ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar keuangan terhadap isu kelembagaan, bahkan di tengah kondisi eksternal yang sebenarnya cenderung mendukung penguatan mata uang Garuda.
Komentar ()
Komentar
Posting Komentar