"Shenzhen-nya Indonesia" Kian Nyata, RI-China Genjot Kerja Sama Proyek Rp37 Triliun Lewat TCTP
Berita-Ekonomi

"Shenzhen-nya Indonesia" Kian Nyata, RI-China Genjot Kerja Sama Proyek Rp37 Triliun Lewat TCTP

- min baca

 

"Shenzhen-nya Indonesia" Kian Nyata, RI-China Genjot Kerja Sama Proyek Rp37 Triliun Lewat TCTP

Hubungan ekonomi Indonesia dan China kembali menunjukkan babak baru yang menjanjikan. Lewat program Two Countries Twin Parks (TCTP), kedua negara membidik potensi kerja sama proyek dengan nilai investasi mencapai Rp37,1 triliun — sebuah angka yang menegaskan makin eratnya kolaborasi ekonomi kedua negara di tengah dinamika perdagangan global.

Pertemuan Strategis di Kantor Kemenko Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Fujian, China, Zhao Zenglian, di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mendorong penyusunan daftar proyek potensial dan sektor-sektor prioritas sebagai landasan pengembangan kerja sama TCTP yang lebih konkret dan sesuai kebutuhan kedua negara.

Program TCTP sendiri dirancang untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China melalui peningkatan arus perdagangan, investasi, serta pengembangan sektor industri di kedua negara.

KEK Industropolis Batang, "Shenzhen-nya Indonesia"

Salah satu proyek strategis yang disorot dalam pertemuan ini adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Airlangga menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, KEK yang telah diresmikan sejak 20 Maret 2025 tersebut digadang-gadang menjadi kawasan industri setara Shenzhen di China, dan diharapkan dapat segera terwujud lewat percepatan implementasi berbagai proyek konkret dalam kerangka program TCTP.

Airlangga juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan kerja sama nyata yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Fujian dan Pemerintah Indonesia, sekaligus mendorong agar implementasi program TCTP dapat dipercepat.

Sudah 30 Nota Kesepahaman, Nilainya Tembus Rp37,1 Triliun

Sejauh ini, dalam kerangka program TCTP, Indonesia dan China telah membangun berbagai bentuk kerja sama yang melibatkan kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dari kedua negara. Total sudah ada 30 Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken, dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun — angka yang menunjukkan skala dan keseriusan kolaborasi ini.

Fujian Siap Perkuat Koordinasi dan Identifikasi Sektor Prioritas

Dari pihak China, Wakil Gubernur Zhao Zenglian memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat implementasi TCTP, di antaranya memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, mengidentifikasi proyek dan sektor prioritas, serta menyusun langkah tindak lanjut agar kerja sama bisa berjalan lebih efektif dan terarah.

Zhao menegaskan kesiapan Provinsi Fujian untuk bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia mendorong perkembangan kawasan dalam program TCTP, sekaligus berkomitmen mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang bisa dikembangkan bersama.

Perkuat Ekosistem Pendukung Investasi

Selain penyusunan daftar proyek prioritas, berbagai upaya juga tengah dilakukan untuk memperkuat ekosistem pendukung implementasi TCTP. Ini mencakup penguatan fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan, dukungan kelancaran arus barang, hingga peningkatan akses pasar. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan-kawasan yang tercakup dalam program TCTP.

Sinyal Positif bagi Iklim Investasi RI

Dengan nilai investasi yang sudah mencapai puluhan triliun rupiah dan komitmen kuat dari kedua belah pihak, program TCTP menjadi salah satu bukti nyata bahwa hubungan ekonomi Indonesia-China terus bertumbuh secara konkret — tidak hanya dalam bentuk kesepakatan di atas kertas, tetapi juga proyek-proyek riil yang berpotensi mendorong pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing kawasan ekonomi di Tanah Air.

#Berita-Ekonomi #Investasi
Ditulis oleh

Inats Studio

Kontributor di Inats Finance, menulis seputar ekonomi, investasi, dan keuangan pribadi.

Komentar ()

Komentar